Virus flu babi yang dilaporkan mulai
berjangkit di Meksiko 13 April 2009 lalu bahkan telah menyebar ke AS,
Kanada, Skotlandia, Spanyol, Israel dan Korea Selatan, Selandia Baru,
Inggris. Selain menewaskan puluhan orang di Meksiko, virus mematikan ini
juga telah merenggut belasan nyawa orang di AS di beberapa negara
bagian, seperti Kalifornia, Texas, Kansas, Kota New York, dan Ohio dan
enam orang di Kanada. Di Skotlandia telah dikonfirmasikan bahwa dua
orang yang baru pulang dari Meksiko telah diperiksa positif terserang
flu babi di Inggris. Media Australia melaporkan, ada 14 orang warga yang
dicurigai menderita gelaja flu di negara bagian Queensland, lima orang
di New South Wales, dan dua orang lainnya di Tasmania.
Karena itu organisasi Kesehatan Dunia
(World Health Organization/WHO) segera meningkatkan level kewaspadaan
pandemi influenza dari fase tiga ke fase empat dan terus fase ke lima.
Dimana ke fase kelima yang ditandai dengan adanya penularan virus
influenza dari binatang ke manusia dan dari manusia ke manusia.
Flu babi yang disebabkan oleh virus
H1N1tipe A. Beberapa peneliti dari WHO mengatakan, starin virus H1N1 A
ini telah mengalami mutasi dari yang semula hanya dari hewan ke manusia,
sekarang sudah menular dari manusia ke manusia. Pada tahun 1918, di
sapanyol strain H1N1 bergabung dengan H1N5 (virus flu burung) sehingga
menjadi virus yang mematikan. Saat itu tercatat telah menewaskan
sedikitnya 50 juta orang hingga tahun 1919 dan ini adalah sejarah
terburuk manusia dalam epidemi penyakit berbahaya.
Kembali berbicara tentang babi, kenapa
babi dapat menghasilkan virus yang sedemikian berbahaya? Yaitu virus
yang akhirnya dapat menular dari manusia ke manusia? Kenapa penyakit
yang disebabkan virus flu lain seperti flu unggas memiliki tingkat
bahaya yang jauh lebih rendah? Kenapa hal itu dapat terjadi hanya pada
babi?
Jawabannya cukup sederhana, jika dilihat
dari fisiologi babi, babi sebagai sumber flu babi memiliki memang
keunikan tersendiri. Babi dengan berbagai sifat genetik uniknya yang
membahayakan tersebut tidak hanya dapat terinveksi oleh virus flu babi,
tapi juga virus flu yang berasal dari ungas dan manusia. Saat virus flu
dari spesies-spesies yang berbeda menginveksi babi, virus-virus
tersebut dapat berkombinasi (bergabung) dan bermutasi dalam tubuh babi
sehingga akhirnya muncul virus baru (H1N1 A) yang jauh lebih berbahaya.
Lebih jauh karena “keunikan lainya” (akan penulis bahas pada bagian
selanjutnya) akhirnya virus varian baru tersebut sangat mudah
menjangkiti manusia.
Al Hadits Mengisyaratkan Bahwa Babi Akan Dimusnahkan di Zaman Akhir
Empat belas abad lalu, Nabi kita, Muhammad SAW, mengisyaratkan bahwa babi-babi akan dimusnahkan di Zaman Akhir:
Empat belas abad lalu, Nabi kita, Muhammad SAW, mengisyaratkan bahwa babi-babi akan dimusnahkan di Zaman Akhir:
“Imam Mahdi (as)
akan datang sebagai hakim adil … ia akan membunuh babi dan membagikan
harta benda, tapi karena keberlimpahan mereka tak seorang pun akan
menerimanya.” (Al-Qawl al-Mukhtasar fi Alamat al-Mahdi al- Muntadhar, hal. 31)
Hadits ini menunjukkan bahwa akan ada
pembunuhan massal babi-babi di masa akhir zaman saat kedatangan Imam
Mahdi. Bahkan, negara-negara mungkin harus menempuh jalan pembunuhan
massal babi-babi demi mencegah penyebaran flu babi jika hal itu menjadi
wabah yang mengancam seluruh dunia. Mesir malahan sudah mulai membunuh
babi-babi dalam rangka melindungi diri terhadap penyakit itu. Hadits
Nabi kita SAW menyatakan bahwa adalah penting untuk membunuh babi-babi,
sumber flu babi, sama seperti pihak berwenang mengeringkan rawa-rawa
yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk-nyamuk, yang juga senantiasa
menyebarkan penyakit.
Beberapa Hikmah Lain Dibalik Pengharaman Babi
Memakan babi menyebarkan cacing trichina
Cacing-cacing trichina yang dicerna
melalui daging babi memasuki peredaran darah melalui lambung dan usus
dan menyebar ke seluruh tubuh. Cacin trichina terutama mendiami jaringan
otot pada daerah rahang, lidah, leher, tenggorokan dan dada. Cacing ini
menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot gerak mengunyah, berbicara dan
menelan. Hal ini juga menimbulkan penyumbatan pembuluh darah balik
(vena), meningitis dan infeksi otak. Kasus-kasus parah bahkan dapat
berujung pada kematian. Sisi paling berbahaya penyakit ini adalah tidak
adanya obat untuk menyembuhkannya. Berjangkitnya wabah cacing trichina
telah diamati dari waktu ke waktu di Swedia, Inggris dan Polandia,
walaupun sudah dilakukan pengawasan kesehatan hewan.
Patut dicatat, hingga saat ini, generasi
babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini. Cacing pita pada babi
adalah cacing pita yang bersifat akut, karena berbeda dengan cacing pita
pada sapi, cacing pita pada babi tidak mati sekalipun dipanaskan pada
suhu 300 derajat celcius.
Ada kisah menarik tentang cacing pita
terdapat pada daging babi ini. Saat mengikuti acara dialog dengan Gus
Dur di Radio KBR 68 Khz Jakarta pada tanggal 7 Maret 2009,
“ Pada suatu saat seorangg kyai namanya
Gus Nusril mencoba membuka tabir dari masalah babi ini. Beliau mengajak
juga Pendeta Franky dan Pendeta dari Jogja untuk riset tersebut. Maka
datanglah mereka pada sebuah restoran yang menyediakan menu masakan
daging babi. Singkat cerita di ambilah daging babi yg masih bersih
ukuran ± 3 cm. Kemudia di taruh dalam gelas yang berisi Cocacola dan
dibiarkan selama 1 hari 1 malam. Setelah melewati waktu tersebut apa
yang terjadi? Di dalam gelas berisi Coacola dan daging babi itu
keluarlah ribuan cacing pita yang pada teler. Setelah itu sang pendeta
trauma, sampai-sampai tidak berani lewat lagi ke Resto yang jualan
daging babi.”
Memakan daging babi menyebabkan berbagai penyakit kulit
Zat yang dikenal sebagai “histamin” dan
“imtidazol” pada daging babi menyebabkan gatal berlebihan. Zat-zat ini
juga membuka jalan bagi penyakit-penyakit kulit menular seperti eksem,
dermatitis dan neurodermatitis. Zat-zat ini juga meningkatkan bahaya
terjangkiti bisul, radang usus buntu, penyakit kantung empedu dan
infeksi pembuluh darah nadi. Karenanya, para dokter menyarankan
penderita penyakit jantung agar menghindari makan babi.
Babi mengandung hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih
Hormon pertumbuhan dalam kadar berlebihan
yang tercerna melalui daging babi mengakibatkan pembengkakan dan
kelainan bentuk jaringan. Hal itu dapat menimbulkan penimbunan lemak
secara tiba-tiba dan berlebihan. Orang yang memakan babi pada umumnya
memiliki bahaya lebih besar mengidap kegemukan. Hal itu berkemungkinan
mendorong pertumbuhan yang tidak wajar pada tulang hidung, rahang,
tangan dan kaki. Hal paling berbahaya mengenai hormon pertumbuhan dalam
jumlah berlebih adalah bahwa hal ini membuka jalan bagi munculnya
kanker.
Babi mengandung belerang dengan kadar tinggi
Karena babi mengandung belerang dengan
kadar tinggi, ketika dimakan maka sejumlah besar belerang diserap tubuh.
Jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti
infeksi persendian ketika belerang menumpuk di dalam tulang rawan, otot
dan saraf; pengapuran dan hernia. Ketika babi dimakan secara teratur,
jaringan ikat lunak dari babi menggantikan tulang rawan keras di dalam
tubuh. Akibatnya, tulang rawan menjadi tidak mampu menopang bobot badan,
yang pada akhirnya membawa pada kelainan persendian.
Babi sangatlah berlemak dan mengandung zat-zat beracun
Babi sangatlah berlemak. Ketika dicerna,
lemak tersebut memasuki peredaran darah dan menyebabkan pengerasan
pembuluh darah nadi, meningkatkan tekanan darah dan serangan jantung
(coronary infarct). Selain itu, babi mengandung suatu racun yang
dinamakan “Sutoxin.” Kelenjar getah bening dipaksa bekerja lebih keras
untuk mengeluarkan racun ini dari tubuh. Hal ini ditandai dengan
membengkaknya kelenjar getah bening, khususnya pada anak-anak. Jika
penyakit ini berlanjut, semua kelenjar getah bening akan membengkak,
suhu badan naik dan rasa sakit mulai terjadi.
Makan daging babi sama dengan makan daging manusia (Kanibalisme)?
Penelitian menunjukkan DNA babi sangat
mirip dg manusia (inilah yang penulis maksud “keunikan lainya” dari
babi). Karena hasil kloning sel induk babi selanjutnya dapat juga
digunakan dalam transplantasi organ manusia.
“Sejumlah ilmuwan Korea Selatan
menyatakan telah menemukan cara yang lebih efisien untuk menghasilkan
klon babi. Hasil kloning tersebut bisa menghasilkan organ transplantasi
yang cocok bagi manusia. Sekelompok ilmuwan Korea Selatan tersebut
menyatakan, kloning tersebut menggunakan sel induk yang diekstraksi dari
sumsum tulang babi untuk menghasilkan klon embrio. Keberhasilan ini
merupakan lompatan tinggi sukses dari penelitian tentang sel induk. Para
peneliti di bidang kedokteran ini mencoba membuat klon berukuran lebih
kecil daripada ukuran normal babi dengan bobot 60-80 kilogram (132-176
pon) di usia dewasanya, agar organ dalam tubuh babi tersebut ukurannya
sama besar dengan ukuran organ dalam tubuh manusia”
Mengingat kemiripan struktur gen antara
babi dan tersebut tak dapat disangkal lagi bahwa memakan daging babi
adalah layaknya seperti memakan daging manusia (kanibalisme).
(Dari berbagai sumber)
Ini hanyalah secuil bagian hikmah di
balik pengharaman Allah memakan babi. Allah sekali lagi telah
menunjukkan kepada kita hikmah pengharaman ini dengan menciptakan flu
babi di Zaman Akhir. Bagi orang beriman yang tulus, sekalipun tidak
memahami mengapa Allah mengharamkan hal apa pun, kewajiban utamanya
adalah menjaga batas yang telah ditetapkan-Nya. Namun dengan adanya
wabah baru-baru ini Allah memberitahukan kepada kaum beriman satu bagian
lagi dari hikmah itu.
Terakhir… sepertinya umat-umat agama lain
sendiri sudah tahu sedikit banyak mengenai alasan kenapa babi itu
diharamkan. Lalu muncul pertanyaan bagi kita. Kalau sudah tahu haram,
kenapa mereka tetap saja memakan babi? Jawabannya…. mungkin karena
dengan menghentikan mengkonsumsi babi tersebut secara tidak langsung
mereka tentu akan mengakui kebenaran Islam. Atau dengan kata lain…
keengganan untuk tidak memakan babi lebih hanya karena perwujudan
penyangkalan akan koreksi yang dilakukan Islam terhadap penyimpangan
keyakinan/iman mereka.
Wassalam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar