Mr. Bond (sebetulnya nickname tersebut adalah saya sendiri) :
Menarik juga mengikuti dialog agama di
forum-forum dunia maya seperti ini. Tapi satu hal yang tidak
mengenakkan. Dialog yang dilakukan dengan cara “pembunuhan karakter”
seperti yang sering dilakukan beberapa rekan anggota forum situs ini
atau di forum-forum dialog sejenis lain. Yaitu penghujatan pada Rasul
Umat Islam yakni Nabi Muhammad Saw.
Sebelumnya patut anda ketahui bersama, Muhammad merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam
sejarah peradaban manusia. Anda boleh mencari buku sejarah manapun di
dunia ini (Tentu saja yang objektif, ya!). Ketokohan Nabi Muhammad ini
tergambar jelas (contoh kecil, anda tahu di gedung Mahkamah Agung
Amerika, Nabi Muhammad di gambarkankan sebagai salah satu tokoh dunia
yang diakui ikut memperjuangkan dan menegakkan hukum dan keadilan dalam
sejarah peradaban manusia.
Penokohan itu mungkin terlepas dari
apakah wahyu yang di terimanya benar dari Tuhan atau tidak (bagi kami
umat Islam, kami yakin 100% beliau memang menerima wahyu dari Tuhan).
Tapi yang jelas pengaruhnya sebagai manusia manusia telah mengakibatkan miliaran manusia di dunia
mengikuti ajarannya hingga saat ini.. Miliaran manusia telah menjadikan
Al Qur’an dan Hadis yang beliau bawa sebagai pedoman dalam menjalani
hidup di dunia ini. Dan anda tahu sendiri, jumlah tersebut semakin hari
terus bertambah. Anda tak bisa menutup mata akan kenyataan ini.
Mungkin jika saya mengemukakan pembelaan
dari tokoh-tokoh muslim tentang Nabi Muhammad mungkin sebagian “anda”
tidak akan percaya. Nah, kita coba lihat pendapat tokoh–tokoh orientalis
dari “kalangan anda sendiri” yang mungkin lebih dapat anda percayai.
Beberapa orang diantara “mereka” yang mengakui peran Muhammad dalam
dunia, sedikit diantaranya mungkin pernah anda dengar namanya:
Encyclopedia Britannica
“Sejumlah besar sumber awal menunjukkan
bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati
dan ditaati orang-orang yang sepertinya
(jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)”
(jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)”
Mahatma Gandhi (Komentar mengenai karakter Muhammad di
Young India:
Young India:
“Pernah saya bertanya-tanya siapakah
tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa
bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi
ia datang dari kesederhanaan,
kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup
halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”
kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup
halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”
Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)
“Jika ada agama yang berpeluang menguasai
Inggris – bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah
agama tersebut.”
” Saya senantiasa menghormati agama
Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama
yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan
merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad – sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ‘sang penyelamat kemanusiaan’.”
merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad – sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ‘sang penyelamat kemanusiaan’.”
“Saya yakin, apabila orang semacam
Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan
berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa
kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan
yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah
mulai diterima Eropa saat ini”
“Dia adalah manusia teragung yang pernah
menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan
sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak
gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang
kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh
ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.
ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.
Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di
Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam
(penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini
pada usia 63.
Sepanjang masa kenabiannya yang pendek
(23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja
makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari
peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan
anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat
ini – dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas dua dekade.”
peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan
anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat
ini – dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas dua dekade.”
Michael H. Hart (The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons History, New York, 1978)
Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad
pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah
satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama.
(hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa:
“Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya
fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta
menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang
manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam
sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum
dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan
material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.
Muhammad bergerak tidak hanya dengan
tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua
per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah
altar-altar pemujaan, sembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa…
Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk
satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan,
sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan
kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa
keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah
dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality)
Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan
palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan
kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun,
12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide,
pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan,
pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad.
Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin
kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”
Lamar time, Histoire De La Turquie, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277
“Dunia telah menyaksikan banyak
pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang
yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer.
Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan
zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka,
cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta
tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk
merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.
Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad
(SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan
perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap
detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat
didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian
ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang
dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya.
Muhammad adalah seorang agamawan,
reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia,
teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang
penyayang – semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah
melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut –
hanya dengan kepribadian seperti dia-lah keagungan seperti ini dapat
diraih.”
K. S. Ramakrisna Rao, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam”
Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit
untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap
sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat
Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha,
Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang
pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang
pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang
hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah
seorang pahlawan.
Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan
ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit
pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas
segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya.
Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak
terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.
Prof. Snouck Hugronje
Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi
umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan
persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi
bangsa lain.
Buktinya, sampai saat ini tiada satu
bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya
mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.
Dunia telah banyak mengenal konsep
ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi
legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai
bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia
curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada
Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya
tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau
reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan – dia selalu sejak dahulu
sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya
hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.
Thomas Carlyle in his Heroes and Heroworship
“(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade.”
“(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade.”
“Kebohongan yang dipropagandakan kaum
Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah
mempermalukan diri kita sendiri.”
“Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang
yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk
menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.”
Edward Gibbon and Simon Ockley speaking on the profession of Islam write:
” ‘Saya percaya bahwa Tuhan adalah
tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya’ adalah pengakuan kebenaran
Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan
pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah
berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya
telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal
dan agama (History Of The Saracen Empires, London, 1870, p. 54).
Muhammad tidak lebih dari seorang manusia
biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan
manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk
mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu
menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan’ dan demikianlah
juga setiap tindakannya.
Sarojini Naidu, penyair terkenal India (S. Naidu, Idelas of Islam, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):
Inilah agama pertama yang mengajarkan dan
mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan
dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali
sehari ketika
seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: ‘Allah Maha Besar’… Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.
seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: ‘Allah Maha Besar’… Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.
Diwan Chand Sharma
“Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya.
(D.C. Sharma, The Prophets of The East, Calcutta, 1935, pp. 12)
(D.C. Sharma, The Prophets of The East, Calcutta, 1935, pp. 12)
James A. Michener, “Islam: The Misunderstood Religion,” in Reader’s (American edition), May 1955, pp. 68-70.
Muhammad, seorang inspirator yang
mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab
penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan
perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya
dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha
yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika
mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut
15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya
sepanjang hayat sang istri.
“Seperti halnya para nabi lain, Muhammad
memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari
kelemahannya. Tapi “Baca” adalah perintah yang diperolehnya, -dan
meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan
menulis – dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera
mengubah dunia: “Tiada tuhan selain Tuhan.”
“Dalam setiap hal, Muhammad adalah
seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal
disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut
adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata:
“Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan
mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.”
“Sesaat setelah ia meninggal, sebagian
pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi
penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu
dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: ‘Jika ada
diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah
meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah
bahwa Ia hidup selamanya”. (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 – pen.)
W. Montgomery Watt, Mohammad At Macca, Oxford, 1953, p. 52.
“Kesiapannya menempuh tantangan atas
keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya
yang luar biasa – semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad
sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban.
Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat
selain Muhammad”
Annie Besant, The Life and Teaching Of Muhammad, 1932, p. 4.
“Sangat mustahil bagi seseorang yang
memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana
ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap
beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya
gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya
membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasakan kekaguman
dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”
Bosworth Smith, Mohammad and Mohamadanism, London, 1874, p. 92.
“Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus;
tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa
Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa
pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata
bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena
dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau
penyokongnya.”
John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330
“Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di
Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia … Muhammad”
Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia … Muhammad”
John Austin, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P. ‘s and Cassel’s Weekly for 24th September 1927.
”Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih
dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya
memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.”
Professor Jules Masserman
“Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam
satu hal (intelektualitas-pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta
Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan
ketiga (reliji dan militer). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada
kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah
Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang
lebih kecil Musa melakukan hal yang sama.”
(berbagai sumber)
(berbagai sumber)
Bagaimana menurut anda.? Anda Boleh tidak
setuju. Dan mengatakan semua itu mengada-ada dan rekayasa semata. Itu
hak anda. Tapi anda lihat sendiri kenyataannya. Islam adalah agama
terbesar nomor dua di dunia. Setidaknya itu bukti pengaruh Muhammad
terhadap dunia. Penyataan-pernyataan atau tuduhan-tuduhan bernada
negatif terhadap Nabi Muhammad tersebut adalah pernyatan yang tidak
beralasan sama sekali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar